Saturday, June 25, 2016

Kapolri Baru, Harapan Baru

Image result for polri
source : polri.go.id


Untuk mengakhiri minggu ini saya membuat tulisan tentang pencalonan Komjen Pol. Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo. Sebelumnya Kepala Kepolisian Republik Indonesia dijabat oleh Jenderal Pol. Badrodin Haiti. Terlepas dari siapapun yang diajukan Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Badrodin Haiti sesungguhnya masyarakat menginginkan agar Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) semakin baik dari yang sebelumnya.

Sejauh ini menurut pengamatan saya pribadi kinerja yang ditunjukkan oleh Jenderal Pol. Badrodin Haiti selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia sudah baik. Terlihat dengan jelas peran Kepolisian dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan dalam negeri. Dalam kasus pemboman sarinah pada awal tahun 2016 contohnya terlihat jelas kerja dari kepolisian kita. Meski sempat kecolongan namun situasi Jakarta tetap terkendalikan. Selama kepemimpinan Jenderal Pol. Badrodin Haiti, POLRI tetap menunjukkan kenetralan selaku penegak hukum di tanah air. Memang masih ada yang harus diperbaiki untuk membuat POLRI semakin baik lagi kedepan, namun secara keseluruhan menurut saya sudah cukup baik.

Memasuki masa purnabakti kursi Jenderal Pol. Badrodin Haiti akan diisi oleh Komjen Pol. Tito Karnavian yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Disamping semua pertimbangan Presiden Joko Widodo memilih dan menunjuk langsung calon tunggal Kapolri sebenarnya terbersit harapan yang amat besar bagi POLRI kedepannya. Kepolisian yang selama ini mempunyai stigma negatif dalam masyarakat sebaiknya dirubah menjadi stigma positif yang benar-benar mengayomi masyarakat. Selama ini stereotype yang berkembang adalah polisi bisa disogok, polisi hanya ingin uang, urus ini dan itu butuh pungli dan lain-lain. Ini yang menjadi tugas berat Kapolri kedepan bagaimana membuat lembaga Kepolisian semakin baik dan jauh dari stigma negatif yang ada pada masyarakat. Satu hal menarik yang dikatakan oleh Komjen Pol. Tito Karnavian saat dilaksanakannya fit and proper test bersama dengan Komisi III DPR RI ialah Reformasi Internal Kepolisian. Menurut saya ini adalah jawaban yang penting dilakukan untuk merubah stigma-stigma yang disebutkan diatas menjadi persepsi yang baru dalam masyarakat. Polisi bukan lagi menjadi ‘badut setan’ yang menakuti masyarakat namun menjadi pengayom dan pelindung masyarakat. Selama ini mungkin apabila ada kehilangan barang berharga sungguh tiada gunanya melapor ke Polisi karena ujung-ujungnya pasti butuh pungli/sogokan agar di investigasi. Kedepannya kami masyarakat berharap Polisi bisa menjadi benteng yang melindungi masyarakat, berada di garda terdepan dalam penegakan hukum, dan tidak memandang bulu dalam penegakan hukum tersebut. Yang salah sebaiknya dihukum, dan yang benar sebaiknya dibela. Pada akhirnya, apabila hal ini terwujud,citra POLRI akan semakin baik dan kepercayaan masyarakat akan semakin tinggi pada lembaga ini. 

Thursday, June 23, 2016

Fenomena Bulan Ramadhan

Baju baru, sepatu baru, tas baru dan semua barang baru menjadi perburuan masyarakat di setiap bulan ramadhan menuju perayaan hari raya lebaran bagi umat muslim di Indonesia. Tidak usah heran, apabila berkunjung ke pusat perbelanjaan di Jakarta anda akan terkesima dengan gerombolan manusia yang sedang berbelanja. Di lain sisi, penjual barang pun dengan sigap membuat pesta diskon yang sangat diminati masyarakat. Keadaan inilah yang secara tidak langsung membuat jalanan ibukota semakin padat. Bukan saja diwaktu menjelang buka puasa, pagi dan siang hari pun demikian padatnnya.

Fenomena ini bukan baru kali ini terjadi. Sejatinya tiap tahun hampir sama, namun dengan tingkatan yang berbeda. Menurut saya berbelanja mempersiapkan diri dalam perayaan hari raya lebaran sudah menjadi tradisi yang membudaya dalam masyarakat. Sejatinya mereka berbelanja bukan saja untuk mempersiapkan diri mereka sendiri, melainkan untuk membeli cinderamata kepada sanak saudara. Momen tahunan ini dimanfaatkan oleh banyak orang yang bertandang ke Jakarta untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara mereka yang berada di kampung halaman seraya  menunjukkan kesuksesan mereka mengadu nasib di Jakarta.

Tradisi yang muncul di bulan ramadhan bukan hanya berbelanja, pulang ke kampung halaman atau yang lebih sering disebut mudik bukan menjadi hal yang langka. Tidak heran di hari raya lebaran Jakarta terasa sepi tidak seperti biasanya, sedangkan Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk beberapa propinsi di Sumatera menjadi kelabakan dengan serbuan pemudik yang memanfaatkan momen tersebut. Setiap tahun masing-masing pemerintah propinsi yang berada di pulau jawa mempersiapkan infrastruktur demi keamanan dan kenyamanan pemudik. Perbaikan jalan, persiapan posko kesehatan, dan pelayanan lainnya dipersiapkan untuk menyukseskan tradisi mudik bagi masyarakat. Hal lain yang sering kita dengar dalam pemberitaan media terkait dengan informasi mudik ialah kecelakaan lalu lintas. Setiap tahun selalu ada korban jiwa baik yang meninggal, kritis, maupun luka-luka ringan. Entah mengapa disamping persiapan yang banyak dilakukan kecelakaan lalu lintas tetap saja terjadi pada musim mudik. Bersamaan dengan tulisanini saya pun hendak mengingatkan pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman agar tetap berhati-hati serta menjaga kesehatan tubuh dalam perjalanan dan manfaatkan posko-posko pelayanan yang telah disediakan.


Akhir kata, bulan ramadhan yang menjadi bulan kemenangan bagi umat muslim di seluruh dunia khususnya Indonesia harus membawa kedamaian, kebaikan, kebajikan bagi kita semua. Perbuatan, perilaku, pikiran dan perkataan yang selama ini mungkin belum baik dalam momen ini haruslah kita rubah demi kebaikan bersama. Sejatinya manusia tiada yang sempurna, namun tetaplah kita berada pada jalan menuju kesempurnaan. ~ 

Tuesday, August 11, 2015

Inovasi yang Berbuah Kecemburuan

Image result for gojek
source : popkoreanshop.com
Di awal penemuannya seakan menjawab keinginan dan dambaan masyarakat khususnya di ibukota dalam bertransportasi yang aman dan nyaman. Tidak perlu rumit apabila memerlukan armada transportasi motor atau sering disebut ojek. Kini dengan menyentuh layar ponsel menggunakan aplikasi gojek, setiap masyarakat akan dilayani dengan ramah, nyaman, harga yang sesuai dan menyenangkan. Selama ini masyarakat yang sering bepergian dengan menggunakan ojek harus melangkah ke pangkalan ojek terdekat pada lokasi masing-masing. Setelah itu harus pula tawar-menawar dengan tukang ojek tersebut. Yang lebih parah terkadang di saat sangat membutuhkan tidak ada tukang ojek yang mangkal. Pengguna ojek pun belakangan ini khawatir dengan keamanan tukang ojek sebab kerap terjadi pembegalan, pemerkosaan dan sebagainya yang dilakukan oleh tukang ojek itu sendiri. Kini Gojek sebuah perusahaan jasa transportasi motor tersebut menawarkan transportasi yang menepis keluhan dan kekhawatiran masyarakat. Istilah everytime available layak disematkan kepada gojek, karena setiap saat, kapanpun dan dimanapun penumpang, gojek akan selalu ada melayani masyarakat.

Gojek merupakan sebuah inovasi yang merubah tatanan dunia keojekan. Seperti yang sudah disebutkan tadi diatas selama ini penetapan tarif ojek dilakukan berdasarkan tawar menawar antara pengojek dengan penumpang. Kini penumpang tidak lagi harus bersitegang untuk menyesuaikan tarif dengan pengojek, harga ditetapkan berdasarkan jarak (distance fare)

Lapangan Kerja 
Harus kita akui adanya perusahaan baru yang bergerak di bidang transportasi tersebut membutuhkan tukang ojek dan posisi lainnya. Yang berarti ada kesempatan kerja bagi mereka yang belum memiliki perkerjaan. Tukang ojek yang selama ini beroperasi secara konvensional pun bisa bergabung dengan gojek. Hal ini tentu secara sosial dan ekonomi berdampak positif membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan bagi para penganggur. Para pelamar beberapa minggu ini memadati kantor Gojek yang berada di Jakarta Pusat dengan membawa lamaran mereka untuk mengisi beberapa posisi. Ratusan pegawai nantinya akan siap dipekerjakan di perusahaan tersebut.

Penolakan Tukang Ojek Konvensional
Setelah hadirnya Gojek sebuah perusahaan yang bergerak di bidang transportasi ojek, timbul penolakan dari para tukang ojek konvensional (mangkal). Mereka merasa tersaingi akibat berdirinya usaha ini. Di jejaring sosial marak diberitakan Pengendara Gojek di beberapa tempat tidak diizinkan melintasi daerah yang menjadi tempat ojek konvensional mangkal. Bahkan di beberapa tempat terjadi kekerasan terhadap pengendara Gojek. Hal ini jelas merupakan sebuah kecemburuan dari tukang ojek konvensional yang merasa lahan mereka dihabisi. Sebetulnya mereka sangat bisa bergabung dengan Gojek, sama-sama diuntungkan dengan prinsip bagi hasil yang diterapkan Gojek. Segala fasilitas diberikan, dan mereka tidak perlu menunggu penumpang terlalu lama. Banyak pula tukang ojek yang mangkal di pangkalan ojek hanya sibuk bermain gaple menanti-nantikan penumpang. Dengan bergabung dengan gojek, saya pribadi yakin penghasilan mereka akan semakin tambah karena penumpang akan diberikan kepada mereka tanpa menunggu.

Sunday, August 9, 2015

Internet dan Ramalan Manusia di Masa Depan

Image result for internet
source : bidnessetc.com
Pada saat ini sangat sulit menemukan manusia yang tidak mengerti Internet. Hampir seluruhnya pernah berhubungan dan merasakan nikmatnya Internet secara langsung. Internet adalah buah daripada globalisasi. Internet dapat menjangkau siapa saja di seluruh penjuru dunia. Segala informasi, berita terkini, aktivitas seseorang dapat diakses siapa saja dengan cepat. Di awal penemuannya, yang dapat menikmati Internet hanya segolongan orang saja, tetapi pada saat ini setiap orang pasti pernah berhubungan dengan internet, baik dalam urusan pekerjaan pun hal-hal lainnya. Anak-anak yang bersekolah pun sering disibukkan dengan tugas yang terpaksa harus diakses dari internet yang membuat mereka sedikit lebih mudah di dalam mengakses materi pelajaran. 

Dibalik manfaatnya yang sungguh amat luar biasa, apabila tidak ditakar penggunaannya akan berpengaruh kepada manusia yang menggunakannya. Belakangan ini ditemukan penyakit baru yakni candu internet yang membuat setiap orang merasa tidak tenang apabila tidak berhubungan dengan internet. Internet pun dapat membuat seseorang tidak peduli dengan masyarakat atau yang sering disebut dengan antisosial. Kepekaan akan lingkunagn dan masyarakat sangat tidak sensitif lagi. Disetiap aktivitasnya hanya disibukkan dengan daring di internet atau bermain game secara online. Yang lucunya banyak pengguna internet lebih senang dengan dunia maya ketimbang dunia nyata, Bertatapan muka dengan orang lain merasa sungkan akibat kepercayaan diri yang kurang. Banyak pengguna internet tidak memiliki kepercayaan diri apabila tampil di muka umum, menyatakan pendapat dan sebagainya, Selain secara sosial dan kepribadian, internet pun berdampak pada fisik seseorang. Anak-anak yang sering bermain game online secara berlebihan akan memiliki bentuk fisik yang lain daripada biasanya. Badannya akan cenderung lebih cepat bungkuk ketimbang anak yang jarang berhubungan dengan internet dan game onlinenya. Mata anak pun akan semakin cepat rusak, maka tidak heran apabila anak-anak Indonesia saat ini sudah banyak yang menggunakan kacamata sedari usia balita. Keterpaksaan mereka bertatpan dengan monitor hp atau komputer yang membuat mereka jadi sedemikian rupa. 

Saat ini sudah memasuki era digital, internet dan sebagainya. Yang mana anak-anak saat ini sudah menjadi konsumen daripada itu semua. Di masa yang akan datang kita dapat memastikan bahwa setiap individu akan semakin antisosial, tidak mudah bergaul dengan orang lain, susah menyiasati keadaan dsb. Pun masalah kepercayaan diri individu akan semakin terkikis, dunianya hanyalah dunia khayalan yang jauh dari kenyataaan. Itu sudah bisa diramalkan dengan menatap generasi muda saat ini yang begitu konsumtif akan internet dan gadget atau alat teknologi. Yang jauh terasa dekat dan yang dekat terasa jauh mungkin ini yang sedang terjadi pada setiap individu. Yang bahaya ialah yang dekat terasa jauh. Individu tersebut tidak lagi meraskan bahwa ada orang lain yang sedang berada di dekatnya atau yang tadi disebut antisosial. Tidak terbiasa bergaul dengan orang lain yang baru ia kenal, selalu merasa curiga kepada setiap orang.

Kita sama-sama mengakui manfaat internet jelas ada. Internet banyak dimanfaatkan dalam dunia kedokteran dan bidang-bidang lainnya. Tapi sekali lagi yang dipermasalahkan hanyalah porsi penggunaannya saja. Yang dipermasalahkan bukanlah adanya internet saat ini melainkan porsinya. Kita harus menggunakan internet dengan bijak, agar kita tidak menjadi manusia yang sangat bergantung pada internet.


Saturday, August 8, 2015

Menuju 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia

source : twitter.com
Beberapa hari lagi Republik Indonesia akan merayakan Dirgahayunya yang ke 70 tahun pada tanggal 17 Agustus 2015. Sebuah angka yang baik yang menyimbolkan perjalanan usia kemerdekaan yang tepat pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebagai bangsa yang merdeka, tentu seluruh masyarakat harus benar-benar merasakan kemerdekaan yang seutuhnya, kemerdekaan secara jiwa, raga, ekonomi sosial, dan budaya. 


Refleksi
Kemerdekaan Indonesia yang beberapa hari lagi akan menginjak usia 70 tahun adalah kemerdekaan yang diperjuangkan oleh seluruh masyarakat Indonesia di era kemerdekaan. Di pandang dari segi usia seseungguhnya Indonesia dapat kita bandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dengan membandingkan Indonesia dengan kedua negara yang sama-sama tergabung ke dalam ASEAN ini tentu kita masih khawatir dengan bangsa kita bangsa Indonesia. Singapura misalnya adalah sebuah negara strategis yang berkembang pesat dari segala segi. Begitupun Malaysia yang notabennya memiliki pendapatan per kapita diatas Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tidak memenuhi angka 5% padahal Indonesia pernah mengalami pertumbuhan yang fantantis pada zaman pemerintahan SBY yang mencapai angka 6,9%. Ekonomi Indonesia saat ini diakui bersama memang mengalami pertumbuhan, namun sebetulnya pertumbuhan itu bukan merupakan target yang diinginkan bersama. Tentu pertumbuhan yang melambat ini berpengaruh terhadap perekonomian secara mikro. Gejolak harga dipasar akan sering terjadi, Kesejahteraan masyarakat pun perlu dipertanyakan. Hal ini menyangkut pengangguran yang masih menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi pemerintah yang harus diselesaikan segera. Menguatnya dolar AS atau melemahnya nilai rupiah pun harus segera dipecahkan. Kini harga dolar mencapai 13.500 yang mengakibatkan harga-harga di pasar semakin meningkat. 

Begitupun halnya dalam kancah politik dalam negeri. Yang diperlihatkan selama ini hanyalah kegaduhan perpolitikan tanah air yang merupakan dampak daripada pemilu presiden 2014 silam. Terlalu banyaknya silang pendapat antara elit politik tentu akan membuat pasar gusar sehingga para pengusaha enggan menanam saham di Indonesia. Ini pun menjadi salah satu faktor mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca naiknya Presiden Jokowi masih belum maksimal, diakibatkan masih terpecahnya kubu baik dalam tingkatan eksekutif maupun legislatif. Pernah pula terjadi keributan di gedung DPR. Terjadinya insiden pembalikan meja oleh salah seorang wakil rakyat membuat kegaduhan yang luar biasa, menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat.

Korupsi
Korupsi saat ini sedang membabi buta di tanah air Indonesia. Pelakunya tidak memandang bulu, tidak memandang pangkat, jabatan atau agama. Bahkan mantan menteri agama era SBY Suryadarma Ali tertangkap oleh KPK melakukan korupsi dana haji. Ini adalah cermin buruk bangsa ini yang merusak citra Indonesia di dunia Internasional. Korupsi seakan menjadi suatu hal yang biasa dilakukan oleh pejabat-pejabat baik di tingkat nasional, daerah, maupun instansi-instansi khusus. Lembaga anti korupsi KPK harus lebih gencar lagi memerangi korupsi di tanah air agar tidak lagi bertumbuh kembang di Indonesia. Beberapa bulan lalu, sejumlah pimpinan KPK ditangkap oleh Bareskrim Polri terkait dengan kasus-kasus di masa lampau. Sempat pula terjadi silang pendapat yang berujung pada penuduhan yang menyatakan Polri melakukan tindakan kriminalisasi terhadap pimpinan KPK, begitu pun ada pemberitaan yang menyatakan adanya pelemahan KPK. Ketua KPK Abraham Samad, Bambang Widjojanto termasuk penyidik KPK Novel Baswedan pun ditetapkan menjadi tersangka oleh Polri atas kasus yang berbeda.

Menurut data dari Indeks Persepsi Korupsi ( CPI ) 2014 yang dirilis Transparansi Internasional, Indonesia menduduki posisi ke-107 dari 175 Negara. Ini jelas lebih buruk dari negara tetangga yang menduduki posisi ke-7 ( sepuluh besar ) dan Negara Malaysia, Filipina dan Thailand yang bertengger di posisi ke-85. Negara yang terbersih dari korupsi ialah sebuah negara yang berada di benua Eropa yakni Denmark dengan tingkat korupsi terkecil di seluruh dunia. Data ini tentu bukanlah sekedar data, ini tentunya harus menjadi perenungan bagi pemerintah. Penegakan hukum atas tindakan korupsi harus diperketat. Beberapa hari yang lalu telah dilaksanakan Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa tengah. Para peserta setuju dengan hukuman mati bagi tersangka kasus korupsi. Tentu ini merupakan satu komitmen serius dari ormas keagamaan dalam pemberantasan korupsi. Korupsi sejujurnya tidak dapat ditoleransi karena membunuh secara perlahan seluruh masyarakat. Begitupun halnya dengan pengacara yang diharamkan membela terpidana kasus korupsi. Ini tentu juga akan menjadi batas/boundary bagi setiap kuasa hukum yang akan membela klien tersangka korupsi.

Harapan
Harapan kita bersama menjelang Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-70 tahun tentunya Indoensia benar-benar merdeka. Walaupun perekonomian kita saat ini masih memperihatinkan kiranya diwaktu yang akan datang akan segera membaik berkat kerja keras serta sinergi antara pemerintah dengan masyarakat. Begitupun kasus korupsi yang notabennya masih merajalela tapi dengan keyakinan teguh dalam memperingati HUT RI ke-70 ini kita yakin kita bisa membangun bangsa dari tindakan kecil yang dapat kita lakukan. Sebab tagline dari HUT RI tahun ini berbunyi "Ayo Kerja". Mulailah dari kita sendiri melakukan yang terbaik. Merdeka !!





Sunday, May 24, 2015

Pansel KPK

source : nasional.news.viva.co.id
Baru-baru ini Presiden Joko Widodo telah menunjuk Pansel KPK yang nantinya akan menyeleksi pimpinan KPK yang baru. Satu hal isu yang sering disebutkan yaitu ditunjuknya beberapa perempuan yang bergelut dibidang ekonomi dan hukum. Bagi saya pribadi tidaklah ada persoalan bila Presiden menunjuk beberapa perempuan menjadi pansel KPK semasih mereka kapabel di bidang tersebut. Pansel KPK intinya harus jauh dari maslaah korupsi itu sendiri dan tidak mudah di intervensi. Sebab pimpinan KPK nantinya yang akan terpiilih akan menentukan pemberantasan korupsi di Indonesia di masa yang akan datang. 



Bagi saya kriteria Pimpinan KPK nantinya ialah Jujur, tak pandang bulu, berani, tau hukum dan adil. Bukan berarti mereka-mereka yang terpilih nanti tidak berdosa melainkan setidaknya punya pendirian yang kuat dalam pemberantasan korupsi di tanah air. Korupsi di Indonesia seakan-akan sudah menjadi budaya dan berakar kuat di kalang elit kita. Supaya jangan sampai merambat kepada generasi muda, tentu harus ada pengawasan yang ketat dari pemerintah. Salah satu cara yaitu dengan tetap mempertahankan lembaga penegakan hukm terhadap kasus korupsi yaitu KPK. Setelah tertangkapnya Abraham Samad sang ketua KPK justru lembaga penegakan hukum ini seperti kehilangan nyalinya, terlebih gugatan praperadilan yang diajukan Budi Gunawan dipenuhi oleh hakim. KPK mulai lumpuh dan kehilangan keberanian untuk mengungkap kasus yang baru. Penyelidikan-penyelidikan KPK pun hilang dari pemberitaan setelah tertangkapnya beberapa komisioner KPK. 

Kini seluruh masyarakat kembali berharap lembaga penegakan hukum ini kembali bertaring menerkam mereka-mereka yang bersalah terhadap tindak pidana korupsi. Pimpinan KPK  yang akan datang harus berjuang lebih keras mengembalikan citra buruk KPK menjadi baik kembali, sehingga seluruh masyarakat dapat kembali percaya KPK dapat mengungkap kasus-kasus yang merugikan rakyat Indonesia. Mari kita sama-sama mendukung langkah peemrintah dengan sudah dibentuknya Pansel KPK masyarakat terus mengawasi serta memberikan saran dan kritik kepada mereka yang akan menyeleksi pimpinan KPK yang akan datang.

Wednesday, May 13, 2015

Isu Kocok Ulang Kabinet

Belakangan ini isu terhangat pemberitaan media ialah masalah resufle kabinet atau pengocokan ulang kabinet dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang dinamainya Kabinet Kerja. Dasar dari isu ini tentunya terkait dengan para menteri yang dinilai tidak memiliki prestasi selama enam bulan memimpin sebuah kementerian. Ekspektasi masyarakat yang begitu tinggi terhadap Presiden Joko Widodo yang membuat isu ini begitu cepat muncul ke permukaan. Presiden Joko Widodo sendiri menyatakan bahwasanya setiap hari setiap minggu dan setiap bulan kementerian di evaluasi. Ini berarti para menteri tidak bekerja sewenang-wenang melainkan tetap berkewajiban mempertanggungjawabkan kepada Presiden. Menurut saya pribadi, dalam kurun waktu enam bulan ini masih sangat prematur menilai kinerja dari seorang menteri. Kementerian identik dengan kebijakan jangka panjang, walaupun memang ada kebijakan jangka pendek. Kementerian-kementerian di bidang ekonomi yang paling disoroti oleh publik. Terkait dengan kenaikan harga bahan pokok serta naik-turunnya harga BBM inilah yang menjadi hal mengapa para menteri yang duduk di bidang ekonomi dipertanyakan kapasitasnya. 

Resufle (pengocokan ulang) kabinet bagi saya sangat diperlukan. Itu wujud pengawasan yang dilakukan Presiden terhadap para menteri. Namun harus dilihat pula seberapa lama mereka sudah bekerja. Merubah dari hal yang buruk menjadi hal yang baik bukanlah pekerjaan yang membutuhkan waktu harian atau mingguan, tetapi bulanan bahkan tahunan. Yang terpenting segala sesuatu yang dilakukan terpantau dan berproses. Jika menteri hidupnya santai, datang ke kantor telat dan tidak melakukan apa-apa itu bisa langsung dipecat saja oleh presiden, jangan lagi gunakan istilah resufle. Semasih menteri itu berproses saya kira ini masih baik. 

Bagi presiden Joko Widodo yang terpenting saat ini ialah secara seksama menilai seberapa berproses para menteri yang ada di jajarannya. Menteri-menteri yang kurang berproses bisa saja diberi teguran dan saran terlebih dahulu. Masalah resufle saya kira itu harus ada tahapannya. Menteri-menteri yang kurang produktif harus ditegur dan diberi saran terlebih dahulu. Jika hal itu tidak mengubah situasi maka dapat dilakukan resufle. Resufle memang hak prioregatif presiden, tapi masyarakat harus bertindak sebagai komentator yang menjadi dasar presiden bertindak.