Saturday, July 26, 2014

Akhirnya Dapat Bangku Kuliah

Pada tanggal 16 juli yang lalu adalah hari pengumuman SBMPTN 2014. Diumumkan pada pukul 17.00 WIB. Sedari pagi gue udah galau dan galau mikirin gue bakal dapet di Universitas yang mana. Ada rasa optimis bercampur rasa pesimis. Mengingat yang ikut ujian itu lebih dari 600.000 orang, dan yang diterima sekitar 100.000 orang. Hanya berdoa yang gue bisa lakuin pada saat itu. Makan juga gak enak, minum juga gak masuk. Yang ada di pikiran tuh cuma 'pengumuman'. Hari menjelang sore, gue dan keluarga gue jalan-jalan ke Mal karena ade gue ulang tahun. Di mal pun pikiran gue gak karuan, terbayang beberapa jam lagi gue akan tau hasil ujian gue. Di satu sisi orang tua gue begitu optimis, dan apabila gue gak keterima kan gue gak enak sama ortu gue. Kami pun makan di slaah satu restoran cepat saji. Saat makan pun seperti tak ternikmati. 

Sepulang dari mal, mengingat pada saat itu sudah pukul 17.10 WIB, gue langsung pergi ke rumah temen gue yang bernama Indra untuk melihat pengumuman SBMPTN. Gue langsung bergegas dengan membawa kartu peserta SBMPTN. Sesampainya di rumah Indra, kami langsung membuka laptop dan membuka laman pengumuman.sbmptn.or.id. Detakan jantung semakin cepat, namun tampaknya halaman web tersebut sudah sedikit nge-down. Agak lelet untuk masuk ke laman tersebut. Namun kami tetap bersabar menanti bukanya laman tersebut. Dan ketika sudah terbuka, gue langsung memasukkan nomor peserta gue dan mengklik 'LIHAT'. Jreeeeeennnnggggggg.............
Sori nge-screen capture baru bisa jam 23.35. hehehe


Yak ini lah hasilnya. Begitu membanggakan. Gue bangga sama diri gue sendiri dan Tuhan. Ternyata Tuhan sudah menyiapkan segala sesuatunya indah pada waktunya. Apapun itu harus tetap disyukuri sebagai sebuah nikmat yang tak berkesudahan. Akhirnya gue teriaak.. UNJ....... Welcome.... hahaha

Gue sadar kalau perjalanan gue gak sampai sini saja. Dalam menjalaninya juga dibutuhkan perjuangan ekstra untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Gue yakin gue bisa, dan segala proses ini telah membuat gue menjadi orang yang sabar dan tetap berusaha bekerja keras semampu dan sebisa gue. Terima kasih teman-teman atas iringan doa dan dukungan moralnya sehingga bisa terjadi yang sedemikian rupa. Thank You JESUS.

Tuesday, July 15, 2014

Pertaruhan KPU

souce: kpukotapekalongan.com
Di masa penantian akan pengumuman pemenang pilpres 2014 yang akan diumumkan secara resmi oleh KPU tentu membuat kita penasaran. Beberapa hari yang lalu kita sudah menelan infomasi pro dan kontra di dalam hitung cepat pilpres. Secara ilmiah dan normal, kebanyakan lembaga survei menyatakan pemenangnya adalah pasangan nomor urut dua, Jokowi-JK. Namun demikian, banyak pihak meng-claim bahwa masyarakat harus menunggu hasil perhitungan resmi KPU yang akan diumumkan pada tanggal 22 Juli mendatang. Alih-alih ketidakpercayaan akan lembaga survei yang sudah merilis hasilnya. Namun kesepakatan itu tetap kita hargai, karena memang itu bagian dari perundang-undangan.

Beberapa hari setelah pilpres berlangsung, begitu banyak berita yang diberitakan oleh media menyangkut kecurangan-kecurangan yang terjadi di dalam rekapitulasi suara di berbagai daerah. Berbagai modus yang digunakan pelaku begitu masif di masa-masa menegangkan ini. Sehingga tidak dapat dipungkiri akan terjadi banyak konflik di masyarakat atas hal ini. Di dalam hal ini, KPU sebagai institusi yang melaksanakan pilpres harus benar-benar jujur dan netral. Jika tidak netral KPU akan menanggung akibat yang luar biasa. Bahkan, bisa jadi mendapatkan pengeroyokan masa apabila pembohongan publik dan kecurangan yang dilakukan KPU sering terjadi. Tantangan ini yang sedang menjadi tantangan berat bagi KPU. Sudah pasti hanya sebagian saja yang tidak netral, namun akibatnya semua akan kena batunya. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, KPU harus benar-benar menjaga integritasnya sebagai pelaksana, serta dapat menjaga seluruh petugas dilapangan dari kecurangan-kecurangan yang terindikasi. Bagaimanapun KPU akan tetap disorot oleh seluruh masyarakat. Menang-kalah adalah sebuah pertaruhan, yang paling penting adalah kejujuran dan transparansi politik tanpa adanya kepentingan kelompok yang dilaksanakan KPU. Siapapun yang akan menjadi presiden tidak menjadi persoalan. Yang menajadi persoalan adalah kebenaran atas pilihan rakyat Indonesia. Suara rakyat tidak boleh dipermainkan sekecil apapun. Karena suara rakyat merupakan mandat kepada para petinggi negara. Untuk mengawal proses rekapitulasi, masyarakat juga diperbolehkan secara terbuka menyaksikan langsung secara detail, untuk mengatasi kecurangan yang merugikan satu pihak.

"  Ini pertaruhan KPU, jika tidak jujur akan kena batunya "

Wednesday, July 9, 2014

Quick Count ; Antara kredibel dan tidak

source : kaskus.co.id
Pilpres sudah dilaksanakan, perhitungan cepat juga sudah dilakukan. Namun yang menjadi kontroversi kali ini adalah kedua kubu meng-claim dirinya yang menjadi pemenang pilpres. Klaim diambil berdasarkan quick count sementara pilpres 2014 oleh beberapa lembaga survei. Terkesan pemilu kali ini memang cukup aneh, namun ini adalah kenyataan lapangan, dan kita harus hargai itu. 

Masyarakat tentu bertanya, lembaga survei mana yang paling bisa dipercaya. Ini adalah masalah lembaga survei tersebut kredibel atau tidak. Sepanjang perjalanan pemilu di Indonesia, Lembaga Survei Indonesia selalu turut ambil andil di dalam quick count. Dan hasil yang dikeluarkan KPU tidak pernah jauh dari penelitian LSI. Ini kita bicara mengenai kedibilitas lembaga survei. Tentu ada lembaga survei yang belum memiliki nama atau lebih yang bisa dipercaya. Lantas LSI mengeluarkan data, bahwa pada pilpres kali ini Jokowi-JK keluar sebagai pemenang mengalahkan rivalnya Prabowo-Hatta dengan perbedaan 1-5 %.

Lembaga survei lain yang ikut melakukan quick count pilpres adalah RRI ( Radio Republik Indonesia ). Hasil yang dihasilkan RRI juga tidak jauh dengan yang dikeluarkan LSI. Berarti tidak ada kontroversi perbedaan hasil yang sangat signifikan diantara lembaga survei tersebut. Serta dapat kita lihat bahwa beberapa lembaga survei yang menyatakan Jokowi-JK menang, memiliki perbedaan angka yang sangat tipis. Ini menjadi pertanda bahwa survei yang mereka lakukan hampir mendekati kenyataan. 

Mungkin banyak juga masyarakat yang bertanya, mengapa ada lembaga survei yang memiliki hasil yang berbeda daripada umumnya. Ini adalah persoalan kepentingan pribadi. Bisa saja ada salah satu pihak yang membayar dan memang mendanai lembaga survei tersebut. Ini yang saya katakan tadi, kepentingan kelompok. Hal ini tentu tidak dapat dihindarkan, dan ini kerap terjadi dalam persaingan. Namun ini kembali lagi kepada perihal lembaga tersebut kredibel atau tidak. Lembaga survei yang kredible tentu tidak mau diiming-imingi pendanaan dari pihak tertentu. Namun diatas itu semua, kita tetap menerima pendapat mereka, sembari kita menunggu hasil dari KPU yang akan diumumkan pada tanggal 22 Juli mendatang. 
" Kita harus menghargai hasil lembaga survei, namun kita harus tau yang mana yang dapat dipercaya "