Saturday, June 14, 2014

Agama Bukan Penghalang Bagi Kita

source : chrisdarmal.blogspot.com
Agama adalah diferensiasi sosial yang berarti tanpa tingkatan. Semua agama disejajarkan. Tak ada yang lebih ditinggikan daripada yang lain. Yang menjadi persoalan, peninggian akan satu agama kerap terjadi pada setiap negara. Kelompok agama mayoritas kerap lebih dihargai ketimbang agama yang lain. Sikap tersebut tentu akan membawa dampak tidak baik bagi keberlangsungan sebuah negara. Ketidakadilan pemerintah kerap menjadi persoalan yang vital bagi keutuhan bangsa. Agama yang seharusnya menjadi pegangan bagi umat manusia, seakan menjadi permasalahan baru di tengah masyarakat multikulturalis seperti Indonesia. 

Di Indonesia diakui lima agama saat ini. Kelima agama tersebut tanpa kelas sosial. Semua punya kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Kelayakan beragama juga harus dijamin oleh pemerintah. Sudah banyak sekali konflik antar umat beragama terjadi di Indonesia. Mengaku umat beragama, tetapi justru melakukan tindakan layaknya orang yang tak beragama. Sentimen-sentimen yang melekat pada masyarakat adalah sebuah penghalang bagi kita untuk bersatu. Jelas memang, konflik menjadi sebuah konsekuensi dari sebuah negara multikulturalisme jika tidak adanya tenggang rasa antar umat beragama. 

Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai hukum. Di dalam hukum jelas tertulis hak-hak bagi umat beragama. Saling menghargai dan saling menghormati. Perbedaan agama di masyarakat cenderung menjadi pemisah yang sangat sulit untuk dipertemukan kembali. Sikap-sikap primordialisme sangat kental di masyarakat Indonesia. Bukankah kita ini satu jiwa, satu nasib dan sepenanggungan? Itulah arti sebuah bangsa, yang memiliki perasaan yang sama. Kelihatannya sulit sekali bagi kita mengahargai keberagaman. Pelangi jika hanya ada satu warna, tak ada indahnya. Demikianlah analogi dari sebuah kebhinekaan. Kita berbeda, namun apabila kita bersatu menjadi sesuatu yang indah.

Kerukunan antar umat beragama menjadi suatu kebutuhan. Toleransi perlu kita junjung tinggi. Nilai kebenaran dari sebuah agama tak perlu kita bahas. Yang penting sikap menghargai orang lain yang menjadi indikator sebuah manusia modern harus kita tegakkan. Demi stabilitas Indonesia, agama bukan penghalang buat kita.

Friday, June 13, 2014

Bom Waktu

Ketegangan diantara dua kubu capres dan cawapres jelas wajar terjadi. Semua ingin meraih simpati dan perhatian rakyat. Kelebihan serta kekurangan selalu ada disetiap capres dan cawapres. Yang menjadi persoalan justru maraknya kampanye hitam atau black campaign yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Kampanye hitam jelas memojokkan salah satu pasangan capres-cawapres demi kepentingan golongan. Mencari-cari titik kelemahan serta memojokkan adalah salah satu ciri dari kampanye hitam. Dampaknya kepada masyarakat tentu ada. Masyarakat bisa saja menjadi apatis dalam pilpres 2014 yang dilaksanakan bulan juni nanti. Masyarakat akan menganggap kedua belah pihak sama-sama tidak berkualitas akibat saling tuding, tuduh-menuduh antara satu capres dengan capres lainnya. 

Kampanye hitam juga akan menjadi noda pada pelaksanaan pesta demokrasi Indonesia. Nilai-nilai demokrasi akan hilang dengan adanya kampanye hitam tersebut. Nilai menghargai orang lain tentu sudah sirna jika terjadi kampanye hitam. Kedua belah pihak dengan tegas berjanji akan melakukan kampanye sehat terhadap seluruh jajaran pendukungnya. Kedua capres juga memesankan bahwa jadikan pilpres ini menjadi pesta demokrasi yang baik yang jauh dari kecurangan. Berikan kebebasan kepada rakyat untuk memilih tokoh yang mereka idolakan menjadi capres untuk Indonesia kedepan

Kampanye hitam juga akan menjadi bom waktu bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan adanya pihak yang dipojokkan, tentu ada juga pihak yang tidak terima. Mereka akan melakukan perlawanan dengan melakukan kampanye hitam lainnya. Hal ini akan berujung pada terjadinya konflik di masyarakat dan bisa menjadi sebuah kerusuhan massa. 

Kita sebagai seluruh rakyat Indonesia, kiranya menghargai proses pilpres ini dengan menjadi warga yang baik, bukan hanya diam, namun tetap melaksanakan pengawasan terhadap setiap proses yang berlangsung dalam pilpres ini. Kita semua berharap pilpres 2014 berjalan dengan baik, tanpa kecurangan, tanpa kericuhan, dan penuh dengan keadilan dan damai. Ini semua harapan kita, semua harapan itu tidak dapat terjadi tanpa kita sendiri yang bergerak terlebih dahulu. SALAM DAMAI PILPRES 2014

Wednesday, June 11, 2014

Indonesia Hebat !



Source : Indonesiahebat.org

 Salam Indonesia Hebat! Negara Indonesia punya potensi yang sangat luar biasa di berbagai bidang. Oleh Karena kekayaannya itu, banyak sekali pihak asing yang ingin memiliki kekayaan yang ada di Indonesia. Negara yang memiliki ribuan pulau yang terbentang dari sabang sampai merauke ini menyimpan banyak sekali potensi alam. Alam merupakan tempat manusia menggantungkan hidup. Tanpa alam tentu manusia tak dapat hidup di bumi ini. Kenyataan lain menyebutkan bahwa Indonesia juga punya potensi sumber daya manusia yang mumpuni. Banyak sekali pelajar-pelajar Indonesia yang berprestasi dan berkancah di dunia internasional.

Keadaan yang sangat potensial tersebut tentu tidak dapat efektif apabila tidak ada pihak yang mampu menggunakan dan mengawasinya secara cerdas. Manajemen sumber daya alam sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah selaku pemegang kekuasaan seharusnya mampu mengembangkan dan menjaga setiap kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Pemerintah juga harus bisa mengoptimalkan segala potensi yang ada menjadi sebuah keuntungan untuk mengembangkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Pihak asing yang menanamkan sahamnya di Indonesia pun hendaknya diawasi oleh pemerintah. Jangan sampai Indonesia kecolongan yang membuat bangsa asing merajalela. 

Indonesia butuh pemimpin yang hebat, yang punya keputusan dan kebijakan yang strategis serta mampu bersosialisasi dengan rakyat secara langsung. Yang mendengarkan keluhan, tanggapan, serta aspirasi bagi keberlangsungan pemerintahan. Pemimpin Indonesia selanjutnya harus orang yang jujur yang tidak menoleransi penjahat-penjahat berkerah yang ada di pemerintahan ini. Kita sudah tidak butuh lagi orang-orang yang hanya mengaku tegas namun tidak mengimplementasikan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebuah Negara tidak akan kuat, apabila pemimpinnya tidak kuat. Sebuah Negara tidak akan berhasil, jika pemimpinnya tidak berhasil. 
souce: warta.co

Kita juga harus membangun mental generasi-generasi muda kita untuk mampu bersaing di dunia internasional. Dihargai dan ditakuti. Inilah harapan kita terhadap seluruh anak-anak Indonesia yang jelas tidak kalah dengan anak-anak lainnya. Bangsa kita akan kuat apabila kita punya generasi muda yang tangguh dan mampu bersaing. Salah satu cara yang tepat membangun karakter, membangun mental, sehingga anak-anak Indonesia tidak menyerah duluan, melainkan mampu menjadi nomor satu dimanapun mereka berada. Salam Indonesia Hebat. !

Friday, June 6, 2014

Haa? Dia gak keterima SNMPTN?

source: cerdaskeuangan.wordpress.com
Ada seorang teman saya, tak perlu saya sebutkan namanya. Dia menurut saya orang yang sangat intelek. Kami kebetulan bertempat les sama. Aku bisa mengatakan dia cerdas terlihat dari cara dia belajar. Serta, kalau uji coba ulangan nilai dia selalu bertengger di garis tertinggi dengan nilai yang fantastis (jauh dari range nilai saya). Terlihat di kelas juga orangnya serius dan gak suka bercanda dan bergurau. Yang aku lihat bahwa dia orangnya tertutup atau mungkin susah bergaul. 

Sebelumnya aku sudah memprediksi, bahwa dia akan diterima di PTN melalui jalur undangan. Mengingat kecerdasan dan kepintaran yang ia miliki. Semua guru memandang dia sebagai orang yang potensial di bidang apapun. Kalau gak salah, ia sangat terobsesi untuk kuliah di UGM salah satu universitas terbaik di Indonesia. Saya tidak tahu pasti jurusan yang ia pilih. 


Setelah pengumuman SNMPTN, saya masih tetap les karena saya tidak diterima di SNMPTN. Hari pertama dan kedua saya tidak melihat dia lagi. Asumsi saya, dia sudah dapat undangan. Lalu suatu hari saya berhalangan masuk les. Keesokan harinya satu dari teman saya mengatakan bahwa teman saya itu masuk lagi. Dengan kaget saya bertanya . " emang dia gak dapat SNMPTN ?", " engga ra, dia gak keterima " 
Dalam hati saya berfikir, inilah ironi pendidikan indonesia. Orang-orang yang berkualitas tak dihargai dan tak diberi kesempatan yang lebih mudah. Saya pernah membaca di akun twitter, ada yang mengatakan : " kebanyakan orang cerdas dan berkualitas berkuliah di perguruan tinggi swasta ". Saya melihatnya, ini jelas kesalahan pemerintah. Standar yang ditetapkan melalui nilai rapot, jelas tidak adil. Nilai rapot harus terus meningkat, apakah itu menjadi acuan yang fundament? Saya kira bukan, supaya lebih adil, dan pendidikan Indonesia lebih maju, ini semua harus dikaji ulang oleh pemerintah. Saya sangat menyesali, apabila generasi muda Indonesia yang berkualitas nantinya menuntut ilmu ke luar negeri dan melupakannya tanah air tercinta. 

Bermain Play Station di Rumahku



Kringg..kring…kringg sebuah bunyi bel pertanda Ujian Nasional telah usai. Dengan perasaan yang begitu lega saya merapikan peralatan tulis saya yang saya bawa untuk keperluan ujian. Saya datang menghampiri pengawas dan menyalami mereka. Saya keluar ruangan dengan hati yang senang layaknya orang yang baru saja keluar penjara

“ Rad !! Sini dah “ teman saya Hotlas menegur saya.
“ Main PS yok di rumah Indra ? “
“ Yaudeh ayo dah, udah selesai UN ini “ kataku

Kami berjalan menyusuri lorong dan berniat untuk berjalan menuju ruang kelas Indra Naufal. Dan kami pun bertemu dengan Indra

“ Eh ndra, main PS yok dirumah lo “ Kata Hotlas
“ Ayo, udah bebas ini haha “ Katanya
“ Main apa nih “ sahut Indra
“ Biasa, main bola. Main cup kita “ kataku
“ Sip,sip “

Kami berjalan menuju luar sekolah tanpa menghiraukan satu orang pun, karena perasaan kami yang sudah begitu senang dan lega. 

“ Eh mainnya di rumah gue aja ya, nanti kita ambil PS indra dan kita main di rumah gua. Gimana ? “
“ Yaudah gapapa rad “ sahut Indra 

Hotlas pun tampaknya setuju dengan apa yang aku katakan. Kami pun menyetop angkot bernomor 27 yang lewat sekolah kami. Lalu kami turun di rumahku.

“ Eh las, temenin Indra ambil PS gih. Gua tunggu disini “ kataku
“ Oke rad “

Hotlas pergi bersama Indra menuju rumah Indra. Aku pun menunggu di rumah sembari menyiapkan TV untuk bermain PS. Aku sengaja memindahkan TV yang ada di ruangan bawah untuk dibawa ke kamarku. Beberapa menit kemudian, Indra dan Hotlas datang dengan membawa Play Station.

“ Ayo kita pasang cuy “ seru Hotlas
“ Sabar ape, beresin dulu nih TV. Bantuin “ sahutku
“ Dikemanain nih rad “ jawab Indra
“ Ke kamar. Kita mainnya di kamar aja “ jawabku
“ ohh “ 

Kami membawa TV tersebut ke kamar dan meletakkannya diatas kursi

“ Sip. Pasangin semua Ndra. Tuh kabel-kabelnya “ perintahku
Indra tanpa menjawab langsung memasang semua kabel yang diperlukan untuk bermain PS
“ Yaudeh udah siap. Siapa dulu nih yang main ?” Tanya Indra
“ Main cup aja ndra. Kita bikin cup lah “ terobos Hotlas
“ Iye. Biar main semua kita “ kataku 

Indra langsung membuat cup kecil-kecilan. Aku memilih club Barcelona, Hotlas memilih Real Madrid, dan Indra memilih Chelsea. Semua sudah siap. Dan pertarungan pertama antara Barcelona dan Chelsea.

“ Ayo ndra. Main. Bakal gua bantai lo haha “ seruku
Indra tampak diam, dan langsung menggenggam stick PSnya. Kami langsung atur strategi dalam formasi. Dan pertandingan langsung dimulai.
“ Gooll, Gool, Gool …” seruku

Gol pertamaku bersarang di gawang tim Indra. Hatiku gembira bisa mengalahkan dia, yang selama ini belum pernah terkalahkan. Kami pun lanjut bermain. Serangan dari tim Indra membuatku sedikit kesulitan untuk menyerang. 

“ Gool. Goool.. gooolll.. “ seru Indra

Gawangku disobek oleh pemain Indra. Hingga posisi saat ini dalam keadaan imbang atau seri. Dan dalam kondisi 5 menit sebelum pertandingan, pemain Indra melakukan serangan dengan taktik yang mumpuni dan melesatkan bola ke gawangku.

“ Yeaaay.. Gool..gool..gooll “ teriak Indra
“ Yah. Pake gol lagi “ sahutku

Aku pun mulai putus asa sebab gol tersebut hanya 5 menit sebelum pertandingan usai.

“ Udah rad, udah kalah itu “ ledek Hotlas
“ Diem dulu ape, bakal gua bales “ semangatku
“ Gak mungkin rad, Indra itu jago. You know “ jawab hotlas

Aku tidak menghiraukan perkataan Hotlas. Priiittt..prittt.priit itu menandakan pertandingan pun usai, dan aku kalah. 

“ Yah. Yaudah nih las. Lo main “ kataku
“ Hahaha. Kasian deh kalah “ jawabnya
“ Bacot yee “ jawabku dengan nada kesal

Temanku yang bernama hotlas satu ini memang sedikit menjengkelkan ketimbang teman yang lain. Namun ku akui dia salah satu teman dekatku.
Pertandingan pun dilanjutkan antara Indra dan Hotlas. Kedua tim mengatur strategi untuk memenangkan pertandingan final tersebut.

“ ayo ndra, udah siap nih gue “ kata Hotlas
“ Culo. Bentar lagi “ jawab indra sembari menyusun strategi
Sesaat kemudian,,
“ dah ayo las. Kita mulai pertandingan ini. “ seru Indra
“ Ayo ndra menangin. Dia pasti kalah “ kataku seraya menunjuk Hotlas
“ Yaudah, yang kalah diem ajalah “ tandas Hotlas meledekku 

Pertandingan pun dimulai. Baru babak awal pun sudah kelihatan panas antara kedua tim. Sampai dengan menit ke-20 satu gol pun belum tercipta. 

“ ah mana jago. Gol aja belum “ kataku pada Hotlas
“ Lo kata gampang apa lawan Indra. Lo aja kalah lawan dia rad “ Jawabnya
“ Ya buktiin dong kalo lo jago “ seruku
“ Sabar. Penonton sabarlah “ katanya
“ Ayo ndra. Gol-in ndra kalahin hotlas “ pancingku
“ Culo “ katanya

Aku seperti kompor yang hendak memanasi keduabelah pihak. Petandingan babak pertama pun usai. Tak satupun gol tercipta. Pertandingan akhirnya memasuki babak kedua. Kedua tim saling memberikan serangan yang ketat. 

“ Ayo ndra, hantam aja “ seruku sambil memanas-manasi hotlas
“ Sssstttt…. “ seru hotlas

Dan tim Indra pun menyerang. Dan terlesatlah gol kedalam gawang Hotlas.

“ huuhuu. Akhirnya indra gooll “ kataku
“ hahhaha kalah kalah, kalah kalah “ seruku
“ Selow aja rad, ntar gua bales “ kata hotlas

Dalam hatiku, gimana lo mau bales orang tinggal 2 menit lagi hehe.

“ Udah ndra bertahan aja “ kataku
“ Iye rad, udah menang ini “ jawab Indra

Daaaan.. pritt..pritt.priitt akhirnya Indra yang menjadi pemenang pertandingan cup ini. 

“ Mana katanya bisa ngalahin Indra “ tanyaku
“ lo kata gampang apa “ jawab Indra
“ haha. Ngomongnya jago “ Jawabku

Hari itu kami main PS hingga petang. Kedua temanku itu akhirnya pulang ke rumah mereka masing-masing.


Sunday, June 1, 2014

Sekarang Saatnya saya diuji

Benar sekali sebuah kalimat yang saya kutip ini " Selama kita hidup, cobaan kan selalu datang mengahampiri ". Mungkin pembaca yang budiman berfikir apa cobaan yang sedang saya alami. Di tulisan blog "Sekarang Saatnya Saya Diuji" akan saya beberkan apa tantangan hidup saya saat ini. 
Pengumuman SNMPTN yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang diumumkan pada tanggal 27 Mei 2014 yang lalu menjadi pengalaman berarti buat hidup saya. Dengan langkah yang penuh pengharapan saya menuju rumah teman saya Fadhil Muhamad Ramadhan yang jaraknya begitu dekat dengan rumah saya. Begitu tiba di rumahnya.

" Eh dil, udah baca pengumuman lo? "
" Belum rad, gua lagi ngedit video untuk ditampilin besok nih "
" Yaudah gua liat pengumuman di rumah lo ya dil "
" Yaudeh rad, masuk ! " begitu perintahnya

Dengan membawa selembar amplop coklat berisi nomor NISN ( Nomor Induk Siswa Nasional ) dan SKHU dengan tujuan mendaftar STAN ( Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ). Saya masuk ke rumahnya dan naik keatas menaiki kira-kira 15 anak tangga dan sampai pada sebuah pintu, yaitu pintu kamarnya. 

" Dil, emang belum ada yang nge-tweet di twitter gitu yang udah dapet undangan ? "
" Gatau gua rad, daritadi gua belum buka twitter "
" Ohh... "

Pada saat itu saya melihat keatas, kearah sebuah jam dan jam menunjuk angka 9.45. Konon, di website dan dari informasi teman-teman pengumuman SNMPTN sudah dapat dilihat pada pukul 10.00. Dengan perasaan yang bercampur, kami menunggu dengan sabar 

" Emang lo berharap dapet SNMPTN rad? "
" Berharap lah kocak. Masa kagak "
" Gue sih yakin gua gabakal dapet rad "
" Gak boleh gitu, siapa tau hoky "
" wkwkwk "

Begitulah candaan kami kala itu, dan dengan santai kami menemukan sebuah kalimat di twitter yang ditulis para peserta SNMPTN. (Yeaah thanks god, Yes masuk ITB, Alhamdulilah keterima juga) kalimat tersebut yang menjadi pertanda bahwa pengumuman sudah dapat diilihat. Dan dengan sigap tangan fadil mengetik snmptn.ac.id ada kolom pengisian nomor pendaftaran dan NISN. Fadil yang mengisi pertama kolom tersebut. Dan hasilnya " Mohon maaf, anda dinyatakan tidak lulus SNMPTN ".

" Kan rad bener apa gua bilang. Hahaha "
" Yaudeh sekarang gue dil "

Lalu saya mengisi nomor pendaftaran beserta NISN saya. Dan yang terjadi adalah " Mohon maaf, anda dinyatakan tidak lulus SNMPTN ". Dengan ada sedikit kekecewaan, namun tetap ikhlas menerima.

" Yaah. yaudah dil harus rajin-rajin les GO kita "
" Yoman. Jagoan belakangan rad "

Kalimat itu membuat saya sedikit kuat, walau saya sedih dan iri melihat teman saya yang sudah nge-tweet berhasil lulus SNMPTN. Saya berfikir dalam hati bahwa akan ada yang lebih baik daripada ini yang sudah dirancang oleh Tuhan. Setelah itu saya pulang ke rumah saya dan mengabarkan kepada kedua orang tua saya bahwa saya gagal dalam SNMPTN ini. Kedua orangtua saya menanggapinya dengan dingin sembari memberi semangat kepada saya.

-------------------------------------ACARA PENGLEPASAN-------------------------------------------

Penglepasan Siswa/siswi akan terjadi hari ini. Ada senangnya, ada sedihnya. Sedih karena saya belum ada kepastian masuk PTN. Setibanya di tempat acara saya langsung melihat teman saya, dan kami bercengkerama dan berjabat tangan satu dengan yang lainnya. Membicarakan seputar SNMPTN suatu yang menjengkelkan buat saya, dan menyenangkan buat mereka yang diterima. Sungguh perasaan yang bercampur aduk. Tapi saya tetap menghargai keberhasilan mereka dengan mengucapkan kata apresiasi

" wesh mantap bro, sukses terus ya bro "
Hanya itu yang dapat saya katakan, walau sejujurnya begitu hancur perasaan saya melihat mereka

Pada saat acara sudah dimulai, seakan terlupa dengan SNMPTN kami bercanda membuat memori akhir yang nantinya kan selalu terkenang dalam kehidupan kami. Tapi tetap selalu ada yang bertanya

" Lo gadapet SNMPTN Rad? " Demikian pertanyaannya
" Engga. Disuruh coba lagi " saya mencoba untuk membuat guyonan, padahal saya begitu kecewa dengan hal itu

Momen demi momen saya lewati. Akhirnya dipanggil 10 besar peraih UN tertinggi di sekolah kami. Saya berada di posisi keenam. Kami semua diapresiasi dengna diberikan sertifikat penghargaan kepada kami masing-masing. Namun dalam hati saya berkata, buat apa ini semua kalau belum diterima di PTN.
Senang sih, tapi belum puas bagi saya hanya mendapat itu saja.

" Ini kan acara penglepasan, tapi gua belum ngerasa dilepas mon " saya berkata kepada seorang teman baik saya yang bernama Monang Manganputua
" Kenapa rad ? "
" Kita belum keterima di PTN " kembali itu lagi yang saya katakan.
" Yaudah rad selow aja, kan ada SBMPTN "
" Ya, cuma itu jalan keluar mon "

Saya hanya berfikir dalam hati, bahwa akan ada kesuksesan yang tertunda dari setiap kegagalan yang saya alami. Saya yakin saya akan berhasil di SBMPTN nanti, namun saya tetap memerlukan doa dari teman dan semua sanak saudara. Saya yakin saya bisa !


Sunday, May 11, 2014

Mahal, belum menunjukkan kualitas

source : smh.com.au
Sesuatu yang mahal biasanya berkualitas dan mutu terjamin. Namun tidak untuk kenyataan yang satu ini. Saat ini marak dibicarakan di media elektronik terkait kasus kekerasan seksual terhadap muridnya. 
Jakarta International School ( JIS ) sebuah sekolah bertaraf Internasional yang didirikan pada tahun 1951 awalnya hanya untuk anak-anak ekspatriat yang bertugas di Jakarta. Sekolah yang memiliki 2400 siswa dari usia 3-18 tahun yang terdiri dari 60 negara ini berlokasi di Jalan terogong raya, Cilandak, Jakarta Selatan.
Ketika anda lewat dan meilhat sepintas, sekolah ini layaknya sebuah benteng yang dilengkapi penjagaan yang ketat. Tidak sembarang orang bisa masuk dengan mudah kesekolah ini. Namun mengapa justru kasus kekerasan seksual bisa terjadi di lingkungan sekolah ini. Bukankah semua yang dipekerjakan oleh sekolah tersebut adalah orang-orang yang berkualitas dan sudah terstandarisasi. 
Ternyata intervensi yang terjadi di lingkungan Jakarta Internasional School ( JIS ) bukan yang berasal dari pihak ekstern sekolah, melainkan dari pihak intern sekolah. Pihak sekolah menyatakan bahwa yang melakukan tindakan asusila bukan dari karyawan JIS, melainkan dari pihak PT. ISS selaku penyedia karyawan kebersihan. Timothy Carr kepala sekolah JIS menyatakan bahwa pihak yang harus bertanggung jawab adalah PT. ISS. Perusahaan tersebut yang melakukan recruit  para karyawan kebersihan. 
Sebagai sebuah sekolah yang berkualitas dan bukan sekolah murahan, apapun alasannya pihak sekolah tetap sebagai penanggungjawab penuh. Terkait dengan adanya pihak-pihak lain yang diajak kerjasama itu bukan urusan pihak lain. Yang jelas pihak JIS tentu harus melakukan Self Indentification kepada seluruh pegawai yang ada di instansinya. Tidak bisa dilepas saja, mengingat sekolah ini bukan sekolah murahan. 

Kasus yang terjadi di Jakarta Internasional School ini menjadi sebuah kasus yang tak perlu terjadi berulang-ulang kali. Mengingat yang menjadi korban adalah anak usia dini. Pendidikan itu banyak macamnya, ada pendidikan intelektual, pendidikan emosional, pendidikan spiritual, dan pendidikan karakter. Semua ini harus mutlak ada bagi semua sekolah yang ada di Indonesia ini. Anak-anak seharusnya dididik dengan baik, sehingga akan menghasilkan generasi yang baik bagi Indonesia kedepan. Kalau begini terjadi bagaimana nasib bangsa kita kelak. Kemendikbud selaku pihak yang harus menjaga perjalanan pendidikan Indonesia sangat kecolongan dengan terjadinya hal ini. Teguran keras seakan alert bagi kemendikbud untuk terus mengevaluasi setiap kriteria pendidikan dan menjamin kualitas pendidikan bagi seluruh anak bangsa. 
Mengingat pembukaan UUD 1945 tersurat kalimat " Mencerdaskan kehidupan bangsa " ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk lebih memperketat dan melakukan evaluasi terhadap setiap sekolah di Indonesia. 
source : merdeka.com
 Dibandingkan dengan pendidikan yang ada di desa (terlihat di gambar) guru tulus secara batin mengajar dan mengabdi memberi pengajaran yang akan berarti dikemudian hari bagi muridnya. Mungkin tanpa mengarapkan imbalan apapun. Pemerintah kurang memperhatikan hal yang seperti ini. Terlihat sepele, namun bukankah itu adalah pendidikan yang sebenarnya? Pendidikan yang mengajar kemampuan intelektual, kemampuan spritual, kemampuan emosional dan membentuk karakter. Sekolah tanpa biaya dan tanpa kelas sosial, namun dapat bersaing tanpa ada isu kekerasan seksual yang begitu tabu didengar. Tugas berat pemerintah untuk menimbang dan mempertimbangkan hal tersebut. Jangan sampai yang berkualitas justru diabaikan tanpa fasilitas, sedangkan yang tidak berkualitas tetap dipelihara tanpa ada pengawasan ketat. 

Refensi : Wikipedia.org

by : Radian Nugraha Ginting