Friday, June 6, 2014

Bermain Play Station di Rumahku



Kringg..kring…kringg sebuah bunyi bel pertanda Ujian Nasional telah usai. Dengan perasaan yang begitu lega saya merapikan peralatan tulis saya yang saya bawa untuk keperluan ujian. Saya datang menghampiri pengawas dan menyalami mereka. Saya keluar ruangan dengan hati yang senang layaknya orang yang baru saja keluar penjara

“ Rad !! Sini dah “ teman saya Hotlas menegur saya.
“ Main PS yok di rumah Indra ? “
“ Yaudeh ayo dah, udah selesai UN ini “ kataku

Kami berjalan menyusuri lorong dan berniat untuk berjalan menuju ruang kelas Indra Naufal. Dan kami pun bertemu dengan Indra

“ Eh ndra, main PS yok dirumah lo “ Kata Hotlas
“ Ayo, udah bebas ini haha “ Katanya
“ Main apa nih “ sahut Indra
“ Biasa, main bola. Main cup kita “ kataku
“ Sip,sip “

Kami berjalan menuju luar sekolah tanpa menghiraukan satu orang pun, karena perasaan kami yang sudah begitu senang dan lega. 

“ Eh mainnya di rumah gue aja ya, nanti kita ambil PS indra dan kita main di rumah gua. Gimana ? “
“ Yaudah gapapa rad “ sahut Indra 

Hotlas pun tampaknya setuju dengan apa yang aku katakan. Kami pun menyetop angkot bernomor 27 yang lewat sekolah kami. Lalu kami turun di rumahku.

“ Eh las, temenin Indra ambil PS gih. Gua tunggu disini “ kataku
“ Oke rad “

Hotlas pergi bersama Indra menuju rumah Indra. Aku pun menunggu di rumah sembari menyiapkan TV untuk bermain PS. Aku sengaja memindahkan TV yang ada di ruangan bawah untuk dibawa ke kamarku. Beberapa menit kemudian, Indra dan Hotlas datang dengan membawa Play Station.

“ Ayo kita pasang cuy “ seru Hotlas
“ Sabar ape, beresin dulu nih TV. Bantuin “ sahutku
“ Dikemanain nih rad “ jawab Indra
“ Ke kamar. Kita mainnya di kamar aja “ jawabku
“ ohh “ 

Kami membawa TV tersebut ke kamar dan meletakkannya diatas kursi

“ Sip. Pasangin semua Ndra. Tuh kabel-kabelnya “ perintahku
Indra tanpa menjawab langsung memasang semua kabel yang diperlukan untuk bermain PS
“ Yaudeh udah siap. Siapa dulu nih yang main ?” Tanya Indra
“ Main cup aja ndra. Kita bikin cup lah “ terobos Hotlas
“ Iye. Biar main semua kita “ kataku 

Indra langsung membuat cup kecil-kecilan. Aku memilih club Barcelona, Hotlas memilih Real Madrid, dan Indra memilih Chelsea. Semua sudah siap. Dan pertarungan pertama antara Barcelona dan Chelsea.

“ Ayo ndra. Main. Bakal gua bantai lo haha “ seruku
Indra tampak diam, dan langsung menggenggam stick PSnya. Kami langsung atur strategi dalam formasi. Dan pertandingan langsung dimulai.
“ Gooll, Gool, Gool …” seruku

Gol pertamaku bersarang di gawang tim Indra. Hatiku gembira bisa mengalahkan dia, yang selama ini belum pernah terkalahkan. Kami pun lanjut bermain. Serangan dari tim Indra membuatku sedikit kesulitan untuk menyerang. 

“ Gool. Goool.. gooolll.. “ seru Indra

Gawangku disobek oleh pemain Indra. Hingga posisi saat ini dalam keadaan imbang atau seri. Dan dalam kondisi 5 menit sebelum pertandingan, pemain Indra melakukan serangan dengan taktik yang mumpuni dan melesatkan bola ke gawangku.

“ Yeaaay.. Gool..gool..gooll “ teriak Indra
“ Yah. Pake gol lagi “ sahutku

Aku pun mulai putus asa sebab gol tersebut hanya 5 menit sebelum pertandingan usai.

“ Udah rad, udah kalah itu “ ledek Hotlas
“ Diem dulu ape, bakal gua bales “ semangatku
“ Gak mungkin rad, Indra itu jago. You know “ jawab hotlas

Aku tidak menghiraukan perkataan Hotlas. Priiittt..prittt.priit itu menandakan pertandingan pun usai, dan aku kalah. 

“ Yah. Yaudah nih las. Lo main “ kataku
“ Hahaha. Kasian deh kalah “ jawabnya
“ Bacot yee “ jawabku dengan nada kesal

Temanku yang bernama hotlas satu ini memang sedikit menjengkelkan ketimbang teman yang lain. Namun ku akui dia salah satu teman dekatku.
Pertandingan pun dilanjutkan antara Indra dan Hotlas. Kedua tim mengatur strategi untuk memenangkan pertandingan final tersebut.

“ ayo ndra, udah siap nih gue “ kata Hotlas
“ Culo. Bentar lagi “ jawab indra sembari menyusun strategi
Sesaat kemudian,,
“ dah ayo las. Kita mulai pertandingan ini. “ seru Indra
“ Ayo ndra menangin. Dia pasti kalah “ kataku seraya menunjuk Hotlas
“ Yaudah, yang kalah diem ajalah “ tandas Hotlas meledekku 

Pertandingan pun dimulai. Baru babak awal pun sudah kelihatan panas antara kedua tim. Sampai dengan menit ke-20 satu gol pun belum tercipta. 

“ ah mana jago. Gol aja belum “ kataku pada Hotlas
“ Lo kata gampang apa lawan Indra. Lo aja kalah lawan dia rad “ Jawabnya
“ Ya buktiin dong kalo lo jago “ seruku
“ Sabar. Penonton sabarlah “ katanya
“ Ayo ndra. Gol-in ndra kalahin hotlas “ pancingku
“ Culo “ katanya

Aku seperti kompor yang hendak memanasi keduabelah pihak. Petandingan babak pertama pun usai. Tak satupun gol tercipta. Pertandingan akhirnya memasuki babak kedua. Kedua tim saling memberikan serangan yang ketat. 

“ Ayo ndra, hantam aja “ seruku sambil memanas-manasi hotlas
“ Sssstttt…. “ seru hotlas

Dan tim Indra pun menyerang. Dan terlesatlah gol kedalam gawang Hotlas.

“ huuhuu. Akhirnya indra gooll “ kataku
“ hahhaha kalah kalah, kalah kalah “ seruku
“ Selow aja rad, ntar gua bales “ kata hotlas

Dalam hatiku, gimana lo mau bales orang tinggal 2 menit lagi hehe.

“ Udah ndra bertahan aja “ kataku
“ Iye rad, udah menang ini “ jawab Indra

Daaaan.. pritt..pritt.priitt akhirnya Indra yang menjadi pemenang pertandingan cup ini. 

“ Mana katanya bisa ngalahin Indra “ tanyaku
“ lo kata gampang apa “ jawab Indra
“ haha. Ngomongnya jago “ Jawabku

Hari itu kami main PS hingga petang. Kedua temanku itu akhirnya pulang ke rumah mereka masing-masing.


Sunday, June 1, 2014

Sekarang Saatnya saya diuji

Benar sekali sebuah kalimat yang saya kutip ini " Selama kita hidup, cobaan kan selalu datang mengahampiri ". Mungkin pembaca yang budiman berfikir apa cobaan yang sedang saya alami. Di tulisan blog "Sekarang Saatnya Saya Diuji" akan saya beberkan apa tantangan hidup saya saat ini. 
Pengumuman SNMPTN yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang diumumkan pada tanggal 27 Mei 2014 yang lalu menjadi pengalaman berarti buat hidup saya. Dengan langkah yang penuh pengharapan saya menuju rumah teman saya Fadhil Muhamad Ramadhan yang jaraknya begitu dekat dengan rumah saya. Begitu tiba di rumahnya.

" Eh dil, udah baca pengumuman lo? "
" Belum rad, gua lagi ngedit video untuk ditampilin besok nih "
" Yaudah gua liat pengumuman di rumah lo ya dil "
" Yaudeh rad, masuk ! " begitu perintahnya

Dengan membawa selembar amplop coklat berisi nomor NISN ( Nomor Induk Siswa Nasional ) dan SKHU dengan tujuan mendaftar STAN ( Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ). Saya masuk ke rumahnya dan naik keatas menaiki kira-kira 15 anak tangga dan sampai pada sebuah pintu, yaitu pintu kamarnya. 

" Dil, emang belum ada yang nge-tweet di twitter gitu yang udah dapet undangan ? "
" Gatau gua rad, daritadi gua belum buka twitter "
" Ohh... "

Pada saat itu saya melihat keatas, kearah sebuah jam dan jam menunjuk angka 9.45. Konon, di website dan dari informasi teman-teman pengumuman SNMPTN sudah dapat dilihat pada pukul 10.00. Dengan perasaan yang bercampur, kami menunggu dengan sabar 

" Emang lo berharap dapet SNMPTN rad? "
" Berharap lah kocak. Masa kagak "
" Gue sih yakin gua gabakal dapet rad "
" Gak boleh gitu, siapa tau hoky "
" wkwkwk "

Begitulah candaan kami kala itu, dan dengan santai kami menemukan sebuah kalimat di twitter yang ditulis para peserta SNMPTN. (Yeaah thanks god, Yes masuk ITB, Alhamdulilah keterima juga) kalimat tersebut yang menjadi pertanda bahwa pengumuman sudah dapat diilihat. Dan dengan sigap tangan fadil mengetik snmptn.ac.id ada kolom pengisian nomor pendaftaran dan NISN. Fadil yang mengisi pertama kolom tersebut. Dan hasilnya " Mohon maaf, anda dinyatakan tidak lulus SNMPTN ".

" Kan rad bener apa gua bilang. Hahaha "
" Yaudeh sekarang gue dil "

Lalu saya mengisi nomor pendaftaran beserta NISN saya. Dan yang terjadi adalah " Mohon maaf, anda dinyatakan tidak lulus SNMPTN ". Dengan ada sedikit kekecewaan, namun tetap ikhlas menerima.

" Yaah. yaudah dil harus rajin-rajin les GO kita "
" Yoman. Jagoan belakangan rad "

Kalimat itu membuat saya sedikit kuat, walau saya sedih dan iri melihat teman saya yang sudah nge-tweet berhasil lulus SNMPTN. Saya berfikir dalam hati bahwa akan ada yang lebih baik daripada ini yang sudah dirancang oleh Tuhan. Setelah itu saya pulang ke rumah saya dan mengabarkan kepada kedua orang tua saya bahwa saya gagal dalam SNMPTN ini. Kedua orangtua saya menanggapinya dengan dingin sembari memberi semangat kepada saya.

-------------------------------------ACARA PENGLEPASAN-------------------------------------------

Penglepasan Siswa/siswi akan terjadi hari ini. Ada senangnya, ada sedihnya. Sedih karena saya belum ada kepastian masuk PTN. Setibanya di tempat acara saya langsung melihat teman saya, dan kami bercengkerama dan berjabat tangan satu dengan yang lainnya. Membicarakan seputar SNMPTN suatu yang menjengkelkan buat saya, dan menyenangkan buat mereka yang diterima. Sungguh perasaan yang bercampur aduk. Tapi saya tetap menghargai keberhasilan mereka dengan mengucapkan kata apresiasi

" wesh mantap bro, sukses terus ya bro "
Hanya itu yang dapat saya katakan, walau sejujurnya begitu hancur perasaan saya melihat mereka

Pada saat acara sudah dimulai, seakan terlupa dengan SNMPTN kami bercanda membuat memori akhir yang nantinya kan selalu terkenang dalam kehidupan kami. Tapi tetap selalu ada yang bertanya

" Lo gadapet SNMPTN Rad? " Demikian pertanyaannya
" Engga. Disuruh coba lagi " saya mencoba untuk membuat guyonan, padahal saya begitu kecewa dengan hal itu

Momen demi momen saya lewati. Akhirnya dipanggil 10 besar peraih UN tertinggi di sekolah kami. Saya berada di posisi keenam. Kami semua diapresiasi dengna diberikan sertifikat penghargaan kepada kami masing-masing. Namun dalam hati saya berkata, buat apa ini semua kalau belum diterima di PTN.
Senang sih, tapi belum puas bagi saya hanya mendapat itu saja.

" Ini kan acara penglepasan, tapi gua belum ngerasa dilepas mon " saya berkata kepada seorang teman baik saya yang bernama Monang Manganputua
" Kenapa rad ? "
" Kita belum keterima di PTN " kembali itu lagi yang saya katakan.
" Yaudah rad selow aja, kan ada SBMPTN "
" Ya, cuma itu jalan keluar mon "

Saya hanya berfikir dalam hati, bahwa akan ada kesuksesan yang tertunda dari setiap kegagalan yang saya alami. Saya yakin saya akan berhasil di SBMPTN nanti, namun saya tetap memerlukan doa dari teman dan semua sanak saudara. Saya yakin saya bisa !


Sunday, May 11, 2014

Mahal, belum menunjukkan kualitas

source : smh.com.au
Sesuatu yang mahal biasanya berkualitas dan mutu terjamin. Namun tidak untuk kenyataan yang satu ini. Saat ini marak dibicarakan di media elektronik terkait kasus kekerasan seksual terhadap muridnya. 
Jakarta International School ( JIS ) sebuah sekolah bertaraf Internasional yang didirikan pada tahun 1951 awalnya hanya untuk anak-anak ekspatriat yang bertugas di Jakarta. Sekolah yang memiliki 2400 siswa dari usia 3-18 tahun yang terdiri dari 60 negara ini berlokasi di Jalan terogong raya, Cilandak, Jakarta Selatan.
Ketika anda lewat dan meilhat sepintas, sekolah ini layaknya sebuah benteng yang dilengkapi penjagaan yang ketat. Tidak sembarang orang bisa masuk dengan mudah kesekolah ini. Namun mengapa justru kasus kekerasan seksual bisa terjadi di lingkungan sekolah ini. Bukankah semua yang dipekerjakan oleh sekolah tersebut adalah orang-orang yang berkualitas dan sudah terstandarisasi. 
Ternyata intervensi yang terjadi di lingkungan Jakarta Internasional School ( JIS ) bukan yang berasal dari pihak ekstern sekolah, melainkan dari pihak intern sekolah. Pihak sekolah menyatakan bahwa yang melakukan tindakan asusila bukan dari karyawan JIS, melainkan dari pihak PT. ISS selaku penyedia karyawan kebersihan. Timothy Carr kepala sekolah JIS menyatakan bahwa pihak yang harus bertanggung jawab adalah PT. ISS. Perusahaan tersebut yang melakukan recruit  para karyawan kebersihan. 
Sebagai sebuah sekolah yang berkualitas dan bukan sekolah murahan, apapun alasannya pihak sekolah tetap sebagai penanggungjawab penuh. Terkait dengan adanya pihak-pihak lain yang diajak kerjasama itu bukan urusan pihak lain. Yang jelas pihak JIS tentu harus melakukan Self Indentification kepada seluruh pegawai yang ada di instansinya. Tidak bisa dilepas saja, mengingat sekolah ini bukan sekolah murahan. 

Kasus yang terjadi di Jakarta Internasional School ini menjadi sebuah kasus yang tak perlu terjadi berulang-ulang kali. Mengingat yang menjadi korban adalah anak usia dini. Pendidikan itu banyak macamnya, ada pendidikan intelektual, pendidikan emosional, pendidikan spiritual, dan pendidikan karakter. Semua ini harus mutlak ada bagi semua sekolah yang ada di Indonesia ini. Anak-anak seharusnya dididik dengan baik, sehingga akan menghasilkan generasi yang baik bagi Indonesia kedepan. Kalau begini terjadi bagaimana nasib bangsa kita kelak. Kemendikbud selaku pihak yang harus menjaga perjalanan pendidikan Indonesia sangat kecolongan dengan terjadinya hal ini. Teguran keras seakan alert bagi kemendikbud untuk terus mengevaluasi setiap kriteria pendidikan dan menjamin kualitas pendidikan bagi seluruh anak bangsa. 
Mengingat pembukaan UUD 1945 tersurat kalimat " Mencerdaskan kehidupan bangsa " ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk lebih memperketat dan melakukan evaluasi terhadap setiap sekolah di Indonesia. 
source : merdeka.com
 Dibandingkan dengan pendidikan yang ada di desa (terlihat di gambar) guru tulus secara batin mengajar dan mengabdi memberi pengajaran yang akan berarti dikemudian hari bagi muridnya. Mungkin tanpa mengarapkan imbalan apapun. Pemerintah kurang memperhatikan hal yang seperti ini. Terlihat sepele, namun bukankah itu adalah pendidikan yang sebenarnya? Pendidikan yang mengajar kemampuan intelektual, kemampuan spritual, kemampuan emosional dan membentuk karakter. Sekolah tanpa biaya dan tanpa kelas sosial, namun dapat bersaing tanpa ada isu kekerasan seksual yang begitu tabu didengar. Tugas berat pemerintah untuk menimbang dan mempertimbangkan hal tersebut. Jangan sampai yang berkualitas justru diabaikan tanpa fasilitas, sedangkan yang tidak berkualitas tetap dipelihara tanpa ada pengawasan ketat. 

Refensi : Wikipedia.org

by : Radian Nugraha Ginting






Saturday, May 10, 2014

Calm Politic Sosok Joko Widodo

Jokowi. Begitulah masyarakat menyebutnya. Jokowi yang mempunyai makna " Joko Widodo " adalah seorang tokoh politik yang dilahirkan di Surakarta, 21 Juni 1961. Ia pernah menjabat sebagai walikota Surakarta untuk dua kali masa bakti 2005-2016. Sebutan Jokowi berasal dari para customernya di luar negeri. Penampilannya yang pas-pasan dan terkesan sederhana tak mengurangi kepercayaan masyarakat untuk mengusungnya sebagai gubernur DKI Jakarta pada pemilu tahun 2012. Perjalanan politik Jokowi berawal ketika beliau menjabat sebagai Ketua ASMINDO periode 2002-2005 yang anggotanya para pebisnis kayu dan meubel. Anggota dari ASMINDO meminta Jokowi untuk terjun ke dunia politik sebagai calon walikota Solo. Gaya blusukan yang ia pertontonkan menjadi sebuah icon politik baru. Selalu dekat dengan masyarakat dan selalu menjadi pendengar yang baik bagi masyarakatnya menjadikan Jokowi seperti bintang baru yang dielu-elukan masyarakat. Kiprahnya kembali melejit ketika beliau ikut mempromosikan ESEMKA (Produk otomotif Indonesia) kepada seluruh masyarakat Indonesia. Seakan tak puas menjadi walikota Solo, beliau dengan percaya diri berani mengambil kesempatan menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Fauzi Bowo, dengan memilih wakil Basuki Tjahja Purnama. 

Hal menarik lainnya yang selalu tersirat dalam diri pak Jokowi ialah sikap ademnya dalam menghadapi permasalahan yang ada. Berbagai isu-isu yang dikabarkan media, dimana telah terjadi kecurangan dalam pilgub tak menyurutkan niatnya mengabdi terhadap Ibukota tanah air. Jawaban-jawaban yang menarik, dengan tenang beliau lontarkan kepada wartawan. Jawaban yang sama sekali tidak politis namun lebih kepada arti yang sesungguhnya. Tak berkelok-kelok dan tidak menggunakan istilah yang memiliki arti ambigu. Sewajarnya politisi memiliki sikap berkobar, punya jawaban yang sulit dimengerti demi menunjukkan kualitas diri. Namun pak Jokowi memiliki calm politic yang menunjukkan kualitas diri. Diam tapi bertindak, mungkin kalimat tersebut yang pantas disematkan kepadanya. Tak banyak bicara namun ada hasilnya. 

Bersama dengan wakilnya, beliau bersinergi dan menciptakan suatu kesatuan yang harmonis dimata masyarakat. Tak ada perdebatan, tak ada guncingan ataupun ketegangan politik antar keduanya. Saling melengkapi dan tetap berkarya. Perbedaan latar belakang SARA antara keduanya tak menjadi masalah yang berarti. Sama-sama tak mempermasalahkan dan sama-sama tak mempersoalkan. Dibalik sisi keademan Jokowi beliau dilengkapi oleh wakilnya yang memiliki ketegasan dan keberanian dalam meminpin Jakarta. Pak Ahok, begitu biasa orang menyebutnya, muncul menjadi seorang hero yang mengabdi, memberi kebenaran, dan membentuk birokrasi baru, mengandalkan ketegasannya untuk memperbaharui DKI Jakarta. 

Jokowi telah menjadi sosok yang berarti bagi Indonesia. Beliau sanggup mengubah arti dunia perpolitikan Indonesia. Politik tak harus dusta, politik tak harus benci, politik tak harus ada oposisi, politik tak harus penuh dengan energi, politik tak selamanya bicara, namun politik itu adalah tindakan mulia. Dibalik ketenangannya, selalu ada sikap mulia untuk mengabdi kepada Negeri.

Referensi : http://bio.or.id/biografi-jokowi-joko-widodo/
                 http://jurnalisbosconian.blogspot.com/2012/11/sejarah-perjalanan-hidup-jokowi-atau.html

by : Radian Nugraha Ginting

Friday, May 9, 2014

Demokrasi atau "Democrazy"

Demokrasi sebagai sebuah ideologi yang memiliki arti etimologis berasal dari bahasa Yunani Demos ( Rakyat ) dan Kratos ( Pemerintah ). Menurut Abraham Lincoln, Demokrasi memiliki arti pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dari hal itu tentu Demokrasi memusatkan perhatiannya terhadap rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi/superpower. Pemerintah hanya sebagai alat, sedangkan masyarakatlah yang menentukan arah kenegaraan suatu bangsa yang menganut ideologi Demokrasi. Pelaksaan demokrasi pada zaman yunani kuno sangat berbeda dengan pelaksanaan demokrasi saat ini. Pada zaman Yunani Kuno sering disebut sebagai demokrasi langsung dimana warga negara terlibat langsung dalam pemikiran, pembahasan dan pengambilan keputusan mengenai berbagai hal yang menyangkut kehidupan bernegara.

Bangsa Indonesia telah mengadopsi sistem demokrasi. Indonesia pernah menganut demokrasi terpimpin, demokrasi pancasila pada zaman orde baru. Namun, hingga hampir sepuluh tahun pasca perubahan politik reformasi 1997-1998, pelaksanaan demokrasi atau pemerintahan di Indonesia belum dapat dikatakan berhasil dengan baik. Pelaksanaan pemerintah masih dalam kondisi yang berantakan dan terkadang menimbulkan chaos dalam masyarakat. Demokrasi yang terbentuk sejauh ini meminjam istilah Olle Tornquist yang berarti hanya menghasilkan golongan orang jahat, yang mementingkan kepentingan diri sendiri, bukan kepentingan rakyatnya sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Pelaksanaan demokrasi di Indonesia masih sebagai demokrasi yang dipimpin oleh pemerintahan yang diktator dan pengambilan keputusan oleh para elit pemerintahan saja. Tak heran bila masyarakat sering melakukan demonstrasi atau unjuk rasa menuntut hak mereka yang dilecehkan dan diabaikan. Demonstrasi sah-sah saja bagi pelaksanaan sistem demokrasi. Yang menjadi masalah saat ini adalah kerap terjadi demonstrasi yang melakukan tindakan anarkisme. Melakukan aksi penutupan jalan, pembakaran ban, hingga perusakan mobil-mobil aparat. Sesungguhnya, sistem demokrasi tidak menyarankan masyarakat untuk melakukan demonstrasi memberi aspirasi terhadap pemerintahan. Namun, mengingat kebebasan berpendapat yang sangat diakui, demonstrasi menjadi pilihan bagi masyarakat untuk mengemukakan pendapat mereka.
Aksi demonstrasi

Bukan masalah apabila aksi demonstrasi dilaksanakan dengan aman dan tentram yang tidak mengganggu masyarakat umum. Tindakan anarkis tersebut justru meresahkan masyarakat. Penutupan jalan tol, penutupan jalan-jalan vital. Itu merupakan aksi kegilaan pelaksanaan demokrasi yang tidak menimbang dampak-akibat dari setiap tindakan itu. Masyarakat lebih terlihat provokatif dan dendam terhadap pemerintahan demokrasi ini. Bukan memberi aspirasi, malah justru merusakan fasilitas umum dsb. Sebagai warga negara yang baik, kita harus pintar dalam menyampaikan pendapat. Kita harus bisa menempatkan diri didalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Sah-sah saja apabila dilaksanakan dengan aman dan tentram tanpa mengganggu kehidupan bermasyarakat.

Referensi : http://www.zainalhakim.web.id/sejarah-demokrasi.html
by: Radian Nugraha Ginting

Thursday, May 8, 2014

Dampak Besar Emansipasi

Kartini, wanita Indonesia yang harum namanya, telah merubah paradigma bahkan budaya pada masyarakat Indonesia. Penulis buku " DOOR DUISTERNIS TOT LICHT " terjemahan : Dari Gelap menuju Terang telah membuat paradigma baru menuntut hak perempuan sejajar dengan laki laki. Kartini menuntut wanita untuk dapat bersaing dengan siapapun bukan saja berdiam diri di rumah. Pada saat itu, kebudayaan yang dipercayai masyarakat begitu kental dan kuat, dimana terdapat anggapan wanita dilarang keluar pada malam hari. Jika dilanggar akan mendapat sanksi cemooh dari masyarakat. Pendidikan bagi wanita begitu sarat, bahkan tiada. Wanita muda yang mengenyam pendidikan di Europese Lagere School ( ELS ) melihat ini sebagai suatu ketidakadilan yang menyangkut martabat. Jauh pada zaman dahulu dituliskan bahwa wanita sangat direndahkan martabatnya. Bahkan, konon jika seorang ibu mengandung, dan anak yang dikandung berjenis kelamin perempuan, bayi tersebut ketika lahir akan dikubur hidup-hidup mengingat 'hina'nya kaum wanita. 
R. A Kartini, Pejuang Emansipasi Wanita

Kartini pernah menuliskan " Dan siapakah yang dapat banyak berusaha memajukan kecerdasan budi itu, siapakah yang dapat mempertinggi derajat budi manusia. Ialah wanita, ibu, karena haribaan ibu itulah manusia mendapatkan didikannya yang mula-mula sekali ". Kartini hanya menginginkan kebebasan perempuan untuk memperoleh pendidikan yang setinggi-tingginya. Yang nantinya ilmu tersebut bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan untuk mendidik anaknya kelak. " Ibu adalah guru yang pertama dan utama ", seorang anak akan mencontoh sikap, perilaku, dan setiap tindakan dari seorang ibu. Kartini juga selalu memesankan kepada kaum perempuan supaya jangan berputus-asa didalam memperjuangkan hak yang mulia. " Janganlah berputus asa dan janganlah menyesali untung, jangalah hilang kepercayaan hidup. Kesengsaran itu membawa nikmat tidak ada yang terjadi berlawanan dengan rasa kasih yang hari ini serasa kutuk, besoknya ternyata rakhmat. Cobaan itu adalah usaha pendidikan Tuhan ". Kegigihan R.A Kartini memperjuangkan emansipasi begitu berharga. Dampaknya terlihat saat ini. Wanita sudah sejajar dengan pria, dalam hal menuntut ilmu, pekerjaan, hak dan kewajiban dsb. Begitu banyak surat-surat yang ditulis kartini untuk memperjuangkan emasipasi bagi wanita. Dan semua tulisan tersebut telah berhasil dihimpun oleh J.H Abendanon yang ditemukan di Belanda. 

Bila kita bisa bayangkan masa-masa sebelum terjadinya emansipasi wanita terjadi pada saat ini, apa yang mungkin akan terjadi? Bisa dipastikan wanita-wanita Indonesia belum dapat bersaing dengan Laki-laki. Wanita tidak diperbolehkan keluar pada malam hari, tidak dapat mengenyam bangku pendidikan (karena itu hanya hak laki-laki ) dsb. Ini akan berdampak kepada anak-anak mereka, sosialisasi yang kurang baik akan dirasakan oleh generasi muda. " Ibu yang berpendidikan dan ibu yang tidak berpendidikan akan ada perbedaannya ". Tujuan mulia seorang Kartini ingin memajukan generasi muda intinya dan berupaya supaya Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lainnya di seluruh penjuru bumi.

by : Radian Nugraha Ginting

Wednesday, May 7, 2014

Apa Kabar Generasi Muda ?

Pendidikan merupakan lembaga sosialisasi sekunder yang menentukan masa yang akan datang. Bisa diramalkan perjalanan bangsa ini dengan melihat kualitas generasi muda pada saat ini. Dengan melihat seperti itu tentu kita bisa membayangkan bagaimana nasib bangsa kita dimasa yang akan datang jika kita melihat generasi muda kita di masa ini.

Belakangan ini kejahatan atau kekerasan seksual menjadi pemberitaan media yang utama. Sudah terungkap lebih dari satu kasus, bahkan ada kasus yang mencapai ratusan korban. Generasi kita sudah ternoda dan bahkan sangat memprihatinkan. Dibalik adanya kemungkinan intervensi bangsa asing yang ingin merusak generasi muda kita atau tidak, yang pasti pemerintah sudah ceroboh dan kecolongan dalam hal ini. Terlihat seperti menyepelekan kasus ini, padahal ini begitu penting daripada urusan yang lain. 

Kementrian Pendidikan Nasional sepatutnya mencari jalan ataupun tindakan darurat untuk membongkar kasus yang belum terungkap dan memikirkan cara bagaimana supaya kejadian yang sama tidak terulang kembali. Ini bukan masalah sepele yang tidak patut dipertimbangkan, justru ini yang terpenting dari segalanya. 

Penyelamatan akan generasi muda kita harus dilakukan oleh semua pihak, bukan saja pemerintah, tetapi masyarakat pun perlu dan harus melindungi anak-anak dari berbagai ancaman kekerasan yang menimpa generasi muda kita yang menjadi penerus bangsa ini. Jangan sempat terjadi kejadian-kejadian yang sama menimpa generasi kita lagi. Sekian

By : Radian Nugraha Ginting